Pada saat yang bersamaan telah menenggelamkan cerah dalam titik kebekuan.
Membakar sejenak kosong yang pernah dirasa kini, menumbuhkan apa yang pernah terjadi sebelumnya, merubah bentuk setiap desirannya, menebarkan sebuah pesona dalam kesetiaan padat hari, menjelmakan sedikitnya ungkapan yang masih berbatas, membungkan riuhnya keramaian hati. Sisi yang berbeda telah dimunculkan hanya dengan ulasan kata yang terangkan tawa canda serta kepanikkan.
Sejenak tak terarah keberadaan yang semakin buram, membuatnya melayang dan singgah di singgasana teratas dari kedudukan sebuah rasa, memberikan pahitnya sebuah hitam dan putih.
Tak pernah terjalin sebelumnya hanya merasa. Semakin dirasa semakin menggila dan terus merusak sel-sel dalam lingkup pikiran yang tak berbatas, membuat diri semakin kian terpuruk.
Imajinasi mulai menyikap dalam alunan gelap, merasakan sedikitnya desiran kulit itu. Nampak matanya yang berbinar, merebahkan luka itu--lagi.
Dan menjaga adalah sebuah harapan yang bisa terus berharga dalam setiap langkahnya nanti. Membiarkan aliran darah pemacu pikiran membentuk sebuah pola dalam dentuman nadi di kepala yang membulatkan kata dalam 'diam'.
Dan mungkin akan tetap selalu 'diam terjaga'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar